slide

Jumat, 21 Mei 2010

3 Ulama Indonesia Mengajar di Masjidil Haram

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ada 3 ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Ketiga ulama tersebut memiliki gaya dan karakter-karakter yang berbeda pula. Mereka adalah :

1. Syekh Nawawi al-Bantani (wafat 1897) dari Banten.
Syekh Nawawi merupakan ulama yang paling alim dan rendah hati sekaligus produktif. Tak kurang dari 22 kitab karya Beliau masih beredar hingga dekade 1990-an. Syekh Nawawi mampu berdiri pada titik peralihan antara dua periode dalam tradisi pesantren. Pada satu sisi, ia memperkenalkan dan menafsirkan kembali warisan intelektualnya,sementara di sisi lain mampu memperkayanya dengan karya-karya terbaru karangannya.

2. Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (wafat 1915) dari Sumatera Barat.
Syekh Ahmad dikenal sebagai ulama reformis (mujaddid). Ia menjadi terkenal lantaran polemiknya mengkritik keras adat matrilineal di tanah Minangkabau, serta menentang praktek tarekat Naqsabandiyah. Perannya itu membawa kekuatan baru yang melahirkan ulama-ulama muda yang reformis menghadapi ulama kaum tua yang konservatif.

3. Syekh Mahfudh at-Tarmisi (wafat 1919) dari Tremas, Pacitan, Jawa Timur.
Syekh Mahfudh merupakan ahli qiraah al-Quran terkemuka dan ulama Indonesia pertama yang mengajarkan kitab hadits Shahih Bukhari. Tradisi beliau dibawa oleh Kiai Hasyim Asy’ari – pendiri Nahdatul Ulama di Indonesia.

Tambahan :
Di Mekkah, pendidikan sistem madrasah tumbuh dan berkembang sejak tahun 1874. Madrasah pertama adalah Madrasah Shaulatiyah yang disponsori oleh wanita India bernama Shaulah An-Nisa. Pemimpin madrasah pertamanya adalah ulama India bernama Rahmatullah bin Khalil al-Utsmani.

Pada tahun 1934 berdirilah madrasah Darul Ulum oleh orang-orang Indonesia yang keluar dari Shaulatiyah setelah terjadi konflik. Muhsin al-Musawwa, sayid kelahiran Palembang yang menjadi guru di Shaulatiyah menjadi rektor pertamanya.

Syekh Muhsin (wafat 1935), Syekh Ali Banjar (wafat 1951), Syekh Yasin Padani (wafat 1990), Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki, dan lain-lain adalah ulama-ulama Indonesia selanjutnya yang berkiprah di Mekkah pasca Syekh Nawawi dkk.

- Subhan SD -

0 komentar:

Poskan Komentar